Home / Artikel / Ulama 1000 Guru

Ulama 1000 Guru

Tuntutlah ilmu sampai ke negeri Cina. Pepatah itu mengajarkan kepada kita untuk selalu menuntut ilmu tanpa kenal lelah. Menuntut ilmu bukanlah hal yang terbatas, karena sebenarnya ilmu itu tidak akan ada batas dan tidak akan pernah habis. Dalam setiap kesempatan, kita akan selalu dituntut untuk memiliki pengetahuan, baik pengetahuan secara sederhana hingga pengetahuan paling sulit di dunia,

Menuntut ilmu dalam Islam telah diberitahukan oleh Allah dalam firmannya yang artinya:

“Tidak sepatutnya bagi mukminin itu pergi semuanya (ke medan perang), mengapa tidak pergi dari tiap-tiap golongan di antara mereka beberapa orang untuk memperdalam pengetahuan mereka tentang agama dan untuk memberi peringatan kepada kaumnya apabila mereka telah kembali kepadanya, supaya mereka itu dapat menjaga dirinya.” (QS. At-Taubah: 122).

 

Bicara soal ilmu, di dunia Islam ada seorang ulama yang tak pernah lelah untuk menuntut ilmu. Bahkan beliau sampai berkeliling negeri demi mendapatkan ilmu yang lebih banyak lagi. Karena kegigihan beliau, maka beliau dijuluki dengan ulama 1000 guru. Mengapa ia dijuluki seperti itu? Lantas siapakah beliau? Syaikh Sholih bin ‘Abdillah Hamad Al’Ushoimiy, mungkin nama tersebut rasanya masih kurang familiar di telinga kita, tetapi ketahuilan bahwa beliau adalah seorang ulama yang lahir di Riyadh dan pernah belajar dari 1000 guru.

 

Dalam Islam, selain julukan itu, ia juga memiliki julukan lain yaitu ulama hadits yang juga memiliki banyak sanad. Syaikh Sholih telah menuntut ilmu sejak usianya masih belia. Kala itu, beliau telah banyak mengunjungi negeri-negeri hanya untuk menuntut ilmu mencari sanad hadits dan sanad dari berbagai kitab para ulama. Dia berkunjung ke negeri-negeri seperti Maroko lalu ke India karena memang banyak sanad hadits di sana dan juga ke Mesir untuk belajar sanad qiro’ah Al Qur’an. Syaikh Sholih juga dikenal dengan orang yang memiliki hafalan yang luar biasa, bahkan sampai-sampai sanad hadits yang banyak itu dapat dihafal dan dengan mudah disebutkan di luar kepala.

 

Selain Syaikh Sholih, ada juga ulama lain yang juga memiliki 1000 guru ia adalah Imam Bukhari. Bagi kaum muslim, tentu nama ini sudah sangat familiar. Imam Al Bukhari adalah Abu Abdullah Muhammad Ibnu Ismail Ibnu Ibrahim Ibnu Mukhirah Ibnu Bardijibah Al Jufi Al Bukhari. Imam Al Bukhari juga merupakan ulama hadits yang sangat mashur. Beliau lahir di Bukhara, suatu kota di Uzbekistan wilayah Uni Soviet yang merupakan simpang jalan antara Rusia, Persia dan Tiongkok. Beliau dilahirkan setelah sholat Jum’at tanggal 13 Syawal 194 Hijriah atau 21 Juli 810 Masehi. Lalu beliau dibesarkan dalam suasana rumah tangga yang ilmiah, tenang, suci, bersih dan jauh dari barang-barang haram.

 

Ketika ayahnya wafat, Ismail bin Ibrahim, seorang juru tulis Bukhari pernah mendengar bahwa Muhammad bin Harasy berkata, “Aku mendengar bahwa Akhi Hafidz berkata aku masuk menjenguk Ismail, bapaknya Abu Abdillah Al Bukhari ketika beliau menjelang wafat, beliau berkata ‘aku tidak mengenal dari hartaku barang satu dirham pun yang haram dan tidak pula satu dirham pun yang syubhat’.”

 

Ketika beliau berusia 14 tahun, beliau sudah berhasil menampilkan kitab shahih yang berisikan 60 ribu hadits. Bahkan setelah selesai menulis sebuah hadits beliau akan mandi dan sholat sebanyak 2 raka’at. Al Bukhari telah meriwayatkan hadits lebih dari 1000 syech dengan menyebutkan sanad-sanadnya. Betapa banyak guru yang beliau temui dan datangi hanya untuk menimba ilmu dari mereka.

 

Itulah ulama-ulama yang telah belajar dari 1000 guru bahkan lebih. Semangat beliau dalam menuntut ilmu patut kita contoh dan kita tiru, karena Allah dan Rasulullah pun telah mengajarkan pada kita bahwa dalam menuntut ilmu itu tidak ada kata terlambat. Semoga dengan penjelasannya ini, kita semakin semangat dalam mencari ilmu dan menjadi orang yang berpengetahuan luas. Amminn Ya Robbal’alamin.

 

About admin

Check Also

Belum Cukup Bekal ,,,

Sidapurna, 17 Oktober 2019 Semangat belum cukup untuk memenangkan pertandingan. Itu lah yang terjadi pada …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *