Home / Artikel / Imam Syafii – part 3

Imam Syafii – part 3

Biografi Imam Syafi’i

Sikap Rendah Hati (tawadhu) Syafi’i

Hasan bin Abdul Aziz Al Jarwi Al Mishri mengatakan, bahwa Imam Syafi’i pernah berkata, “Saya tidak menginginkan kesalahan terjadi pada seseorang, saya sangat berhasrat agar ilmu yang saya miliki itu ada pada setiap orang dan tidak dinisbatkan (disandarkan) kepada saya.”

Imam Syafi’i berkata: “Demi Allah, saya tidak menyaksikan seseorang lalu saya menginginkan kesalahan padanya. Tidaklah bertemu dengan seseorang kecuali saya berdoa, ‘Ya Allah, jadikanlah kebenaran ada pada hati dan lisannya! Apabila kebenaran berpihak pada Saya, semoga ia mengikuti saya, dan apabila kebenaran berpihak kepadanya, semoga saya sanggup mengikutinya’.”

Syafi’i Seorang Ahli Ilmu dari Quraisy

Imam Ahmad bin Hambal berkata, “Apabila saya ditanya tentang satu masalah dan saya tidak mengetahuinya, maka saya menjawab dengan menukil perkataan Syafi’i, karena ia seorang imam besar dan ahli ilmu dari Quraisy.”

Telah diriwayatkan dari Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam bahwasanya beliau bersabda, “Orang alim dari Quraisy akan memenuhi bumi.” [Manaqib Baihaqi, juz 1, hal. 45.]

Ar-Razi mengatakan, berita tentang imam ini akan terpenuhi pada seseorang yang memiliki beberapa kriteria:

Pertama, berasal dari suku Quraisy.

Kedua, memiliki ilmu pengetahuan yang luas dari kalangan ulama.

Ketiga, memiliki ilmu pengetahuan yang luas, dan dikenal oleh penduduk Timur dan Barat.

Benar bahwa kriteria di atas hanya terdapat pada diri Imam Syafi’i, ia adalah seorang ahli ilmu yang berasal dari suku Quraisy.

Berikut beberapa hadits yang berhubungan dangan hal di atas.

Dari Ibnu Mas’ud radhiyallahu ‘anhu, ia berkata bahwa Rasul shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda, “Janganlah kalian mencaci-maki suku Quraisy, karena sesungguhnya ahli ilmu di antara mereka akan memenuhi bumi. Ya Allah, Engkau telah menimpakan adzab yang terdahulu dari mereka, maka anugerahkan nikmat-Mu yang terakhir dari mereka.”  [HR. Abu Daud Thayalasi dalam Musnad-nya, 39-40.]

Dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu, bahwasanya Rasul shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda, “Ya Allah, tunjukilah orang-orang Quraisy, karena sesungguhnya orang alim di antara mereka akan memenuhi bumi. Ya Allah, sebagaimana Engkau telah memberikan adzab pada mereka, maka berikanlah juga nikmat-Mu atas mereka. ” Beliau mengulanginya sampai tiga kali. [Khatib dalam Tarikh, juz 2, hal. 61.]

ia adalah orang Quraisy dari Bani Al Muthallibi. Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda, “Sesungguhnya Bani Hasyim dan Bani Muthalib adalah sama. ” Kemudian Rasul shallallahu ‘alaihi wasallam merapatkan jemari tangannya. [HR. Baihaqi Sunan Kubra, juz 6, hal. 340.]

Dari Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam, beliau bersabda, “Sesungguhnya Allah mengutus untuk umat ini pada setiap seratus tahun, seseorang yang memperbaharui agama-Nya. ” [Al Mustadrak, juz 4, hal. 522; dan Khatib dalam Tarikh, juz 2, hal 61.]

via @Kitab Al-Umm Android App

About admin

Check Also

Mengawali Kegiatan dengan Kebaikan

Mengawali kegiatan dengan kebaikan Sebagai seorang muslim yang beriman, pastinya telah mengetahui 99 nama yang …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *